Jumat, 22 Januari 2016

Jenis produk semen beton & kegunaannya yang tersedia dipasaran

Semen adalah zat yang digunakan untuk merekat batubatabatako, maupun bahan bangunan lainnya. Sedangkan kata semen sendiri berasal dari caementum (bahasa Latin), yang artinya "memotong menjadi bagian-bagian kecil tak beraturan". Meski sempat populer pada zamannya, nenek moyang semen made in Napoli ini tak berumur panjang. Menyusul runtuhnya Kerajaan Romawi, sekitar abad pertengahan (tahun 1100-1500 M) namun resep ramuan pozzuolana sempat menghilang dari peredaran. semenjak peperangan yang terus terjadi semasa bangsa romawi berjaya
Penggunaan semen yang sesuai terhadap kegunaan & fungsi bangunan tentunya akan menambah nilai lebih terhadap sisi kualitasnya, Misalnya kegunaan semen pada lantai coran bangunan lantai kedua tentunya harus memiliki komposisi yang berbeda dengan adukan yang digunakan untuk pemasangan dinding, ditambah jenis semen yang digunakan tentunya memiliki kriteria yang berbeda ketika menggunakan jenis semen untuk adukan pemasangan bata atau lantai.

Penggunaan jenis semen yang tidak sesuai dengan fungsinya tentu menghasilkan bangunan yang kurang baik, misalnya bangunan lantai kedua yang biasanya harus menggunakan semen yang tahan terhadap panas, karena jika tidak lantai akan cepat terangkat akibat suhu udara yang cenderung lebih panas pada lantai kedua. begitu juga penggunaan semen pada kolam renang, dsb.
Standar mutu acuan untuk uji kualitas semen menurut SNI sangat diperlukan untuk mendapatkan kualitas terbaik bangunan, untuk jenis SNI yang digunakan untuk standart mutu jenis semen tentunya berbedabeda yang dapat kita lihat pada tabel dibawah.



No.SNINama
SNI 15-0129-2004Semen portland putih
SNI 15-0302-2004Semen portland pozolan / Portland Pozzolan Cement (PPC)
SNI 15-2049-2004Semen portland / Ordinary Portland Cement (OPC)
SNI 15-3500-2004Semen portland campur
SNI 15-3758-2004Semen masonry
SNI 15-7064-2004Semen portland komposit

berikut jenis semen yang tersedia dipasaran danjuga komposisi dan kegunaannya

1. SEMEN PORTLAND TIPE 1 (Ordinary Portland Cement)


Fungsi semen portland type I digunakan untuk keperluan konstruksi umum yang tidak memakai persyaratan khusus terhadap panas hidrasi dan kekuatan tekan awal. Cocok dipakai pada tanah dan air yang mengandung sulfat 0, 0% – 0, 10 % dan dapat digunakan untuk bangunan rumah pemukiman, gedung-gedung bertingkat, perkerasan jalan, struktur rel, dan lain-lain. Dikenal pula sebagai Ordinary Portland Cement (OPC).
Komposisi

  • Nama Senyawa                                     Presentase
  • Tricalsium Silicate(C3S)                            51%
  • Dicalsium Silicate(C2S)                             24%
  • Tricalsium Aluminate(C3A)                          6%
  • Tetracalsium Aluminate Ferrit(C4AF)          11%
  • Magnesium Oksida(MgO)                         2,9%
  • Sulfur Trioksida(SO3)                               2,5%

2. SEMEN PORTLAND TIPE 2 (Moderate sulfat resistance)
Fungsi semen portland type II digunakan untuk konstruksi bangunan dari beton massa yang memerlukan ketahanan sulfat ( Pada lokasi tanah dan air yang mengandung sulfat antara 0, 10 – 0, 20 % ) dan panas hidrasi sedang, Tipe ini mempunyai panas hidrasi yang lebih rendah dibanding semen Portland Tipe I. Pada daerah–daerah tertentu dimana suhu agak tinggi, maka untuk mengurangi penggunaan air selama pengeringan agar tidak terjadiSrinkege (penyusutan) yang besar perlu ditambahkan sifat moderat“Heat of hydration”.

Semen Portland tipe II ini disarankan untuk dipakai pada bangunan 
misalnya bangunan dipinggir laut, bangunan dibekas tanah rawa, saluran irigasi, beton massa untuk dam-dam dan landasan jembatan, bendungan, dermaga dan landasan berat yang ditandai adanya kolom-kolom dan dimana proses hidrasi rendah juga merupakan pertimbangan utama.

Komposisi

  • Nama Senyawa                                       Presentase
  • Tricalsium Silicate (C3S)                            51%
  • Dicalsium Silicate(C2S)                              24%
  • Tricalsium Aluminate(C3A)                         6%
  • Tetracalsium Aluminate Ferrit(C4AF)         11%
  • Magnesium Oksida(MgO)                          2,9%
  • Sulfur Trioksida(SO3)                                2,5%
  • 0,8% hilang dalam pembakaran, dan 1,0% bebas CaO

3. SEMEN PORTLAND TIPE 3 (High Early Strength)

Fungsi semen portland type III digunakan untuk konstruksi bangunan yang memerlukan kekuatan tekan awal tinggi pada fase permulaan setelah pengikatan terjadi. Semen tipe III ini dibuat dengan kehalusan yang tinggi blaine biasa mencapai 5000 cm2/gr dengan nilai C3S nya juga tinggi.
Beton yang dibuat dengan menggunakan semen Portland tipe III ini dalam waktu 24 jam dapat mencapai kekuatan yang sama dengan kekuatan yang dicapai semen Portland tipe I pada umur 3 hari, dan dalam umur 7 hari semen Portland tipe III ini kekuatannya menyamai beton dengan menggunakan semen portlan tipe I pada umur 28 hari 
misalnya digunakan untuk pembuatan jalan beton, bangunan-bangunan tingkat tinggi, bangunan-bangunan dalam air yang tidak memerlukan ketahanan terhadap serangan sulfat
Komposisi

  • Nama Senyawa                                          Presentase
  • Tricalsium Silicate (C3S)                               57%
  • Dicalsium Silicate(C2S)                                 19%
  • Tricalsium Aluminate(C3A)                           10%
  • Tetracalsium Aluminate Ferrit(C4AF)              7%
  • Magnesium Oksida(MgO)                             3,0%
  • Sulfur Trioksida(SO3)                                    3,1%
  • 0,9% hilang dalam pembakaran, dan 1,3% bebas CaO

4. SEMEN PORTLAND TIPE 4 (Low Heat Of Hydration)



Semen Portland yang dalam penggunaannya memerlukan panas hidrasi rendah.  Fungsi Semen Portland type IV digunakan untuk keperluan konstruksi yang memerlukan jumlah dan kenaikan panas harus diminimalkan. Oleh karena itu semen jenis ini akan memperoleh tingkat kuat beton dengan lebih lambat ketimbang Portland tipe I. Penggunaan semen ini banyak ditujukan untuk struktur Concrette (beton) yang massive dan dengan volume yang besar, seprti bendungan, dam, lapangan udara. Dimana kenaikan temperatur dari panas yang dihasilkan selama periode pengerasan diusahakan seminimal mungkin sehingga tidak terjadi pengembangan volume beton yang bisa menimbulkan cracking (retak). Pengembangan kuat tekan (strength) dari semen jenis ini juga sangat lambat jika dibanding semen portland tipe I.



Komposisi
  • Nama Senyawa                                       Presentase
  • Tricalsium Silicate (C3S)                            28%
  • Dicalsium Silicate(C2S)                             49%
  • Tricalsium Aluminate(C3A)                        4%
  • Tetracalsium Aluminate Ferrit(C4AF)       12%
  • Magnesium Oksida(MgO)                         1,8%
  • Sulfur Trioksida(SO3)                               1,9%
  • 0,9% hilang dalam pembakaran, dan 0,8% bebas CaO

5. SEMEN PORTLAND TIPE 5 (Sulfat Resistance Cement)

Semen Portland yang dalam penggunaannya memerlukan ketahanan tinggi terhadap sulfat. Semen jenis ini cocok digunakan untuk pembuatan beton pada daerah yang tanah dan airnya mempunyai kandungan garam sulfat tinggi seperti : air laut, daerah tambang, air payau dsb. Fungsi semen portland type V dipakai untuk konstruksi bangunan-bangunan pada tanah/ air yang mengandung sulfat melebihi 0, 20 % dan sangat cocok untuk instalasi pengolahan limbah pabrik, konstruksi dalam air, jembatan, terowongan, pelabuhan, dan pembangkit tenaga nuklir.



Komposisi
  • Nama Senyawa                                          Presentase
  • Tricalsium Silicate (C3S)                               38%
  • Dicalsium Silicate(C2S)                                43%
  • Tricalsium Aluminate(C3A)                            4%
  • Tetracalsium Aluminate Ferrit(C4AF)             9%
  • Magnesium Oksida(MgO)                             1,9%
  • Sulfur Trioksida(SO3)                                   1,8%
  • 0,9% hilang dalam pembakaran, dan 0,8% bebas CaO



6. SUPER MANSONTY CEMENT


Semen masonry pertama kali diperkenalkan di USA, kemudian berkembang kebeberapa negara.Secara tradisional plesteran untuk bangunan umumnya menggunakan kapur padam, kemudian meningkat dengan dipakainya semen portland yang dicampur dengan kapur padam. Namun karena dianggap kurang praktis maka diperkanalkan Semen Masonry .Semen ini dapat digunakan untuk konstruksi perumahan gedung, jalan dan irigasi yang struktur betonnya maksimal K 225. Dapat juga digunakan untuk bahan baku pembuatan genteng beton, hollow brick, Paving Block, tegel dan bahan bangunan lainnya. jenis semen ini dapat digunakan untuk konstruksi  perumahan dan irigasi yang struktur betonnya maksimal K225, dapat juga digunakan untuk bahan baku pembuatan genteng beton  hollow brick, paing block  dan tegel




7. PORTLAND COMPOSITE CEMENT (Semen Portland Komposit) 

Menurut SNI 17064-2004, Semen Portland Campur adalah Bahan pengikat hidrolisis hasil penggilingan bersama sama terak (clinker) semen portland dan gibs dengan satu atau lebih bahan anorganik, atau hasil pencampuran antara bubuk semen portland dengan bubuk bahan bahan anorganik lain. Bahan anorganik tersebut antara lain terak tanur tinggi (blastfurnace slag), pozzoland, senyawa silika, batu kapur, dengan kadar total bahan anorganik 6 – 35 % dari massa semen portland composite. Menurut Standard Eropa EN 197-1 Portland Composite Cement atau Semen Portland Campur dibagi menjadi 2 Type berdasarkan jumlah Aditive material aktif

  1. Type II/A-M mengandung 6 – 20 % aditif
  2. Type II/B-M mengandung 21 – 35 % aditif

 Kalau pada Portland Pozzolan Cement (Semen Portland Pozzolan) aditif yang digunakan hanya 1 jenis maka pada Portland Composite Cement ini aditif yang digunakan lebih dari 1 jenis atau 2 jenis maka semen ini dikelompokkan pada TERNARY CEMENT. jenis semen ini dapat digunakan secara luas untuk konstruksi umum pada semua beton. Struktur bangunan bertingkat, struktur jembatan, struktur jalan beton, bahan bangunan, beton pra tekan dan pra cetak, pasangan bata, Plesteran dan acian, panel beton, paving block, hollow brick, batako, genteng, potongan ubin, lebih mudah dikerjakan, suhu beton lebih rendah sehingga tidak mudah retak, lebih tahan terhadap sulfat, lebih kedap air dan permukaan acian lebih halus.




8. SUPER PORTLAND POZZOLAN CEMENT  (PPC)
Adalah bahan pengikat hidrolis yang dibuat dengan menggiling terak, gypsum,  dan bahanpozzolan. Digunakan untuk bangunan umum dan bangunan yang memerlukan ketahanan sulfat dan panas hidrasi sedang, seperti : jembatan, jalan raya, perumahan, dermaga, beton massa, bendungan, bangunan irigasi, dan fondasi pelat penuh
Semen yang memenuhi persyaratan mutu semen Portland Pozzoland SNI 15-0302-2004 dan ASTM C 595 M-05 s. Dapat digunakan secara luas seperti :
- konstruksi beton massa ( bendungan, dam dan irigasi)
- Konstruksi Beton yang memerlukan ketahanan terhadap serangan sulfat ( Bangunan tepi pantai, tanah rawa) .
- Bangunan / instalasi yang memerlukan kekedapan yang lebih tinggi.
- Pekerjaan pasangan dan plesteran.



9. OIL WELL CEMENT Class G-HSR (High Sulfate Resistance)

adalah semen Portland semen yang dicampur dengan bahan retarder khusus seperti asam borat, casein, lignin, gula atau organic hidroxid acidSemen Khusus ini digunakan untuk pembuatan sumur minyak bumi dan gas alam dengan konstruksi sumur minyak bawah permukaan laut dan bumi, OWC yang telah diproduksi adalah class G, HSR ( High Sulfat Resistance) disebut juga sebagai ” BASIC OWC” . adaptif dapat ditambahkan untuk pemakaian pada berbagai kedalaman dan temperatur.lebih tepat digunakan untuk pembuatan sumur minyak bumi dan gas alam dengan konstruksi sumur minyak bawah permukaan laut dan bumi. Untuk saat ini jenis OWC yang telah diproduksi adalah class G, HSR (High Sulfat Resistance) disebut juga sebagai "BASIC OWC". Bahanadditive/tambahan dapat ditambahkan/dicampurkan hingga menghasilkan kombinasi produk OWC untuk pemakaian pada berbagai kedalaman dan temperatur.


Fungsi dari retarder disini adalah untuk mengurangi kecepatan pengerasan semen, sehingga adukan dapat dipompakan kedalam sumur minyak atau gas. Pada kedalaman 1800 sampai dengan 4900 meter tekanan dan suhu didasar sumur minyak atau adalah tinggi. Karena pengentalan dan pengerasan semen itu dipercepat oleh kenaikan temperature dan tekanan, maka semen yang mengental dan mengeras secara normal tidak dapat digunakan pada pengeboran sumur yang dalam. Semen ini masih dibedakan lagi menjadi beberapa kelas sesuai denganAPI Spesification 10 1986, yaitu :
KELAS ADigunakan untuk sumur sampai dengan kedalaman 1830 meter, apabila sifat-sifat khusus tidak dipersyaratkan
KELAS BDigunakan untuk sumur sampai dengan kedalaman 1830 meter, apabila kondisi membutuhkan tahan terhadap sulfat sedang
KELAS CDigunakan untuk sumur sampai dengan kedalaman 1830 meter, apabila kondisi membutuhkan sifat kekuatan tekan awal yang tinggi
KELAS DDigunakan untuk sumur sampai dengan kedalaman 1830 sampai 3050  meter, dengan kondisi suhu dan tekanan  yang sedang
KELAS EDigunakan untuk sumur sampai dengan kedalaman 3050 sampai 4270  meter, dengan kondisi suhu dan tekanan  yang tinggi
KELAS FDigunakan untuk sumur sampai dengan kedalaman 3050 sampai 4880  meter, dengan kondisi suhu dan tekanan  yang tinggi
KELAS GDigunakan untuk cementing mulai surface casing sampai dengan kedalaman 2440 meter, akan tetapi dengan penambahan accelerator atau retarder. Dapat digunakan untuk semua range pemakaian, mulai dari kelas A sampai kelas E


10. BLENDED CEMENT (semen campur)

Adalah semen khusus yang diciptakan untuk pembangunan megaproyek jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) dan sesuai digunakan untuk bangunan di lingkungan air laut, dikemas dalam bentuk curah.Semen campur dibuat karena dibutuhkannya sifat-sifat khusus yang tidak dimiliki oleh semen portland. Untuk mendapatkan sifat khusus tersebut diperlukan material lain sebagai pencampur.Jenis semen campur :
  1. Semen Portland Pozzolan (SPP)
  2. Portland Pozzolan Cement (PPC)
  3. Portland Blast Furnace Slag Cement
  4. Semen Mosonry
  5. Semen Portland Campur (SPC)
  6. Portland Composite Cement (PCC)
11. SEMEN PORTLAND POZZOLAN (SPP)/(PPC)
Semen Portland pozzolan (SPP) atau dikenal juga sebagai Portland Pozzolan Cement (PPC) adalah merupakan semen hidrolisis yang terdiri dari campuran yang homogen antara semen Portland dengan bahan
 pozzolan (Trass atau Fly Ash) halus, yang diproduksi dengan menggiling klinker semen Portland dan bahan pozzolan bersama-sama atau mencampur secara merata semen Portland dan bahan pozzolon atau gabungan antara menggiling dan mencampur.


12. PORTLAND BLAST FURNACE SLAG CEMENT


Portland Blast Furnace Slag Cement adalah semen Portland yang dicampur dengan
 kerak dapur tinggi secara homogen dengan cara mencampur bubuk halus semen Portland dengan bubuk halus slag atau menggiling bersama antara klinker porland dengan butiran slag.  Activitas slag (Slag Activity) bertambah dengan bertambahnya ratio CaO + MgO/SiO2 + Al2O3 dan glass content. Tetapi biasanyan keberadaan ratio oksida dan glass Content tersebut saling berkebalikan. Beberapa sifat slag semen adalah sabagai berikut :



  1. Jika kehalusannya cukup, mempunyai kekuatan tekan yang sama dengan semen portland.
  2. Betonnya lebih stabil dari pada beton semen portland
  3. Mempunyai permebility yang rendah


13. WATER PROOFED CEMENT

Water proofed cement adalah campuran yang homogen antara semen Portland dengan “Water proofing agent”, dalam jumlah yang kecil seperti : Calcium, Aluminium, atau logam stearat lainnya.Semen ini banyak dipakai untuk konstruksi beton yang berfungsi menahan tekanan hidrostatis, misalnya tangki penyimpanan cairan kimia.

14. WHITE CEMENT (SEMEN PUTIH)

Semen putih dibuat umtuk tujuan dekoratif, bukan untuk tujuan konstruktif. Pembuatan semen ini membutuhkan persyaratan bahan baku dan proses pembuatan yang khusus, seperti misalnya bahan mentahnya mengandung oksida besi dan oksida manganese yang sangat rendah (dibawah 1 %).

15. HIGH ALUMINA CEMENT

High Alumina cement dapat menghasilkan beton dengan kecepatan pengersan yang cepat dan tahan terhadap serangan sulfat, asam akan tetapi tidak tahan terhadap serangan alkali. Semen tahan api juga dibuat dari High Alumina Cement, semen ini juga mempunyai kecepatan pengerasan awal yang lebih baik dari semen Portland tipe III. Bahan baku semen ini terbuat dari batu kapur dan bauxite, sedangkan penggunaannya adalah antara lain :
  • Rafractory Concrette
  • Heat resistance concrete
  • Corrosion resistance concrete

16. SEMEN ANTI BAKTERI

Semen anti bakteri adalah campuran yang homogen antara semen Portland dengan “anti bacterial agent” seperti germicideBahan tersebut ditambahkan pada semen Portland untuk “Self Desinfectant” beton terhadap serangan bakteri dan jamur yang tumbuh. Sedangkan sifat-sifat kimia dan fisiknya hampir sama dengan semen Portland tipe I. Penggunaan semen anti bakteri antara lain :
  • Kamar mandi
  • Kolam-kolam
  • Lantai industri makanan
  • Keramik
  • Bangunan dimana terdapat jamur pathogenic dan bakteri


Tidak semua produsen memiliki jenis produk semen secara keseluruhan seperti yang dijelaskan pada artikel diatas. misalnya saja 
Semen padang hanya menghasilkan produk jenis semen tipe 1, 2 ,5, 6, 8, 10
Semen indonesia hanya menghasilkan produk jenis semen 1, 2, 3, 5, 6, 7, 8, 9, 10
Pemilihan jenis semen tentunya harus sejalan dengan kualitas yang diinginkan karena berbanding lurus terhadap kemampuan & daya tahan bangunan yang akan dihasilkan dikedepannya.


EmoticonEmoticon